
There was a bumble bee
Swinging, flying inside of me
…
Something hides inside
A smile that’s so small
She wants you to know…
…
Yes, she does
She really-really cares bout you
***
Tuhan…
ajari saya,
untuk saat ini
sungguh
apa yang saya tahu, menjadi hampa
apa yang saya rasa menjadi sia-sia
sungguh
rasa hati enggan meminta apa-apa
lalu bertanya
kenapa yang tercipta menjadi semu antara nyata dan tiada
Tuhan
saya melihat cermin yang mulai retak dari ujungnya
membawa gelap bayangan hitam di setiap akhirnya
Tuhan
saya meminta pada siapa?
menghapus semburat patah nadi
yang terus mengalir
menutup luka rasa
yang mengatup pembuluh jantung
untuk apa?
saya sangat tidak mengerti
apakah semua takdir ditulis
melalui rasa sakit yang teramat tak terbiasa
ataukah melalui pertanyaan yang mengutuk
dalam setiap doa yang belum terkabulkan
ataukah hanya seperti ini
agar suatu saat saya mengerti
tapi mengerti apa?
apa-apa yang membuat saya
marah, kecewa, terluka, bertanya?
seperti suara gerimis
di balik gelap ujung malam
mengiris setiap helaian mimpi manusia
yang hilang dalam tidurnya
***
begitu mudahnya sekarang
seperti angin berkata, alangkah tidak adilnya
sesungguhnya saya milik saya sendiri
walaupun ketika langit menghujan dan mentari mulai terik
saya akan merasa
tapi
sayalah yang harus menentukan sendiri seharusnya
apa yang bisa dan seharusnya kini berhenti
tapi mungkin
saya juga sebenarnya belum memahami
hadirnya anda
walaupun hanya pantulan
dari cermin buram hati
merusak semua hukum yang berjalan
dalam segenap hidup saya
bahwa saya adalah orang yang berhak
memberi perintah pada hati
merasa
terjatuh
atau berhenti
lalu siapa anda
seenaknya saja masuk tanpa mengetuk
terdiam di sana
duduk di halaman dalam hati saya
kadang tersenyum bersama pagi
atau merusak malam
dengan segala kekacauan
lalu membuat saya menunggu esok
bertanya
bertanya
apakah esok tuan akan tersenyum pada saya
membuat saya merasa yang terindah di atas dunia
atau sekali lagi membalikkan punggung tanpa menoleh
mengiringi gelap yang menguasai
padahal saya hanya meminjam bayangan anda
sejenak melukisnya di cermin hati
hati anda?
andalah yang tahu sendiri
sangat bimbang untuk saya saat ini bila boleh
mengetahuinya
logika dan rasio serta hati mungkin juga ketamakan rasa
masih berdebat dalam larut batin
apakah bayangan yang hadir ini?
apakah yang sungguh saya ingini?
apakah hanya saya yang meminjam
sosok anda untuk melukiskan ini?
tuan?
apakah saya pada anda?
***
apakah sejauh ini, seperti ini
apa yang mungkin disebut
seperti rasa ingin mengerti
apakah sejauh ini, seperti ini
apa yang mungkin disebut
seperti rasa ingin mengerti
seperti luapan rasa ingin
yang beriak-riak menggelombang
membunuh seluruh ketidak inginan
seperti mungkin,
melihat bintang yang jatuh
memohonkan mimpi
dan andaikan terizinkan,
apakah Tuhan pun berkenan mengabulkan?
yang ada seperti kembang api
di dalamnya gelapan hati
warna gelap dipendar terang
percik,
terpercik
terang,
memainkan serupa benderang
walaupun hanya sesilau cahaya bulan
anda yang berdiri di sana
membelah para bayangan
yang menjadi tidak ada
apakah doa saya dikabulkan?
lalu, maafkan saya
bila tidak sopan inginkan jawabnya
apakah berkenan
saya merasa?
apakah anda hanya tidak sengaja membuat saya terluka,
tertatih tumpu pada ceritanya?
bersandar lelah pada dindingnya?
pada anda?
there’s a bumble bee
swinging, flying inside of me
tersimpuh
hampa adalah rasa yang seluruh
terpekur dalam relung nadi
berdetak seperti hampir mati
pelan
perlahan
kata-kata yang kemudian hanya tertahan
apakah entah?
apakah hanya diam yang menusuk
melalui tiap celah?
hampa telah seluruh
meminta diam menjadi panutan
memohon sepi membawa gelap kembali
diam
tidurlah
sampai fajar mungkin akan menanti
teach me
the art of letting go
something that’s perhaps not that easy
to let go
like this
a bumble bee
inside my heart
teach me
to smile when you draw your line from me
to turn around from this journey
to keep the silence inside of me
teach me
to pray for your dream,
for I realize it’s never gonna be me
to say good bye,
without a regret for me
teach me
to tell my heart
to feel you
is to hurt me
diambil dari buku Monokrom
sebuah percakapan
di lembar-lembar putih tanpa halaman
oleh penulis yang namanya tidak disebutkan
but i guess i know who,
yeah, you, I just know it’s you!
maka haturan kasih –seperti dalam buku, bukan terima kasih, karena sayalah yang menghaturkan kepada yang saya kasihi-
kepada Tuhan yang begitu Pengasih, dengan segala takdirNya yang harus dimengerti
kepada semua yang berada dalam takdir saya
termasuk tulisan dalam Monokrom
yang telah membantu menguraikan
sesuatu yang pernah terjadi
dan inilah terima kasih, karena kali ini saya yang menerima kasih
